Kamis, 02 Desember 2010

SUNGAI KAPUAS SANG IBU ANGKATKU


 Colek sedikit sungai Kapuas Asyiknya anak sungai berenang dengan keindahan yg melekat serta membayangkan  sungai kapuas bagaikan  ular raksasa yang berlenggak-lenggok membelah bumi khatulistiwa. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di indonesia dengan panjang total 1.143 Km mengingatkan akan legenda suku dayak akan ular nabau yang hidup secara gaib disungai-sungai pulau kalimantan. Tempat hidup beragam komunitas masyarakat, terutama suku melayu yang sebagian berprofesi sebagai nelayan. Kehidupan mereka sangat tergantung kepada sungai ini, untuk melakukan aktivitas sehari-hari maupun sebagai sumber mata pencaharian, sepintas memandang Warna airnya yang coklat, mungkin karena partikel-partikel tanah..tapi sebetulnya kalau dilihat dari dekat airnya cukup jernih dan segar. Sungai Kapuas cukup menawan di sore hari, tenang dan membuai didalam keindahannya yang lestari, hinga ramenya bahkan beratus-ratus anak sungai bermuara disungai kapuas, bisa dikatakan sungai ini adalah induk dari semua anak sungai di Kalimantan Barat dan menjadi jalur transportasi yang sangat penting sampai kini.

Selasa, 30 November 2010

RAMU TRADITIONAL

Dengkek dan Tabadu
Pernah mendengar kata dengkek dan tebadu? Saya baru dengar setelah menginjakkan kaki di hutan Kalimantan Barat. Suatu ketika saya berjalan-jalan dengan Pak Akiong yang saat itu adalah Kepala Desa Selange di Kecamatan Meranti Kabupaten Landak Kalimantan Barat.



tanaman tebadu (batang merah)

Pak Akiong bercerita bahwa ada tanaman yang batangnya mengandung banyak air. Ada dua jenis tanaman yang berbatang kuning dan berbatang merah. Yang berbatang kuning disebut Dengkek dan yang batang merah disebut Tebadu.
Tanaman ini adalah sumber air bagi orang-orang yang bekerja di hutan. Jika sudah kehausan maka orang akan mencari batang tanaman ini lalu memotong batang di bagian atas baru batang bawahnya, dan air yang menetes itulah yang diminum.

 BATANG BERWARNA MERAH

Air ini tidak hanya semata-mata menghilangkan haus. Ternyata warga dayak di sini memanfaatkan air atau batang tersebur untuk pengobatan tradisional. Tebadu atau akar\batang merah airnya digunakan untuk menyembuhkan demam. Mirip paracetamol.  Selain itu tanaman ini dipercaya juga untuk menangkal demam pada anak yang kena “keteguran” atau saki karena gangguan makhluk halus.
Untuk warga dayak di pedalaman yang memang jauh dari fasilitas kesehatan maka tanaman obat ini memang sangat berguna. Demam yang sering dialami anak-anak baik karena infeksi atau flu atau karena “gangguan” makhluk halus biasanya akan segera reda jika diberi air dari batang tebadu.

KALIMANTAN


Pulau Kalimantan
terdiri dari keindahan alam yang penuh dengan warisan Budaya

Pulau terbesar ketiga di dunia, Borneo, dibagi oleh tiga negara: Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia. Pulau yg memiliki 2/3 dari  wilayah Indonesia ialah pulau kalimantan.
Dahulu, sebagian besar Kalimantan adalah hutan dengan hutan hujan tropis tetapi sekarang ini telah banyak berkurang oleh penebangan dan pertanian. Saat ini kurang dari setengah pulau yang tertutup hutan dan bahkan sebagian kecil dapat diklasifikasikan sebagai tersentuh, atau hutan primer.

Meskipun kehilangan hutan ini, para ilmuwan percaya bahwa mungkin Borneo memiliki 6 persen dari keanekaragaman hayati dunia. Peneliti dari laporan World Wildlife menemukan bahwa ada 361 spesies hewan ditemukan di pulau kalimantan antara tahun 1994 dan 2004.

Salahsatnnya Kalimantan Timur yang memiliki sungai terpanjang di kalimantan, sungai Mahakam, kalimantan timur berkembang menjadi kawasan industri maju. ini merupakan kontribusi dari posisinya sebagai produsen utama minyak dan kayu, dan sebagai provinsi terbesar kedua di Indonesia. juga adat kalimantan, adat dayak, di provinsi ini kita bisa menemukan banyak bahan budaya dayak. 80 percen dari provinsi ini ditutupi oleh hutan.

  
 Kerajinan Getah Nyatu Tembus Mancanegara 

Kerajinan Getah Nyatu, salah satu produk kerajinan tangan andalan dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menembus mancanegara, antara lain dibawa wisatawan mancanegara sebagai cinderamata.
Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menangah 
(UMKM) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas, Hatta Setia mengatakan Selasa (23/3), sebagian besar wisman mendapat kerajinan tersebut dari toko souvenir yang ada di Pulau Bali. Karena sebagian besar kerajinan tangan tersebut dibeli pengusaha toko souvenir Pulau Dewata tersebut untuk 
dijual kepada wisman maupun wisatawan nusantara sebagai cinderamata.

Namun ia sendiri tidak mengetahui secara pasti, wisatawan dari negara mana saja yang banyak membeli kerajinan khas Kabupaten Kapuas tersebut. Sampai sejauh ini kerajinan getah Nyatu masih belum dapat diekspor sebagai komoditas andalan karena bahan baku yang sulit didapat untuk memenuhi permintaan ekspor. "Para perajin masih kesulitan mendapatkan bahan baku, itulah alasan kenapa kerajinan ini belum bisa memenuhi tawaran ekspor," katanya.

Kerajinan getah nyatu dibuat dengan berbagai bentuk mulai dari gantungan kunci, tempat alat tulis, hiasan dinding maupun hiasan meja bermotif khas Dayak Kalteng dengan harga jual mulai dari puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah tergantung ukuran dan bentuk kerajinan. Getah Nyatu berasal dari pohon Nyatu yang umumnya berasal dari hutan-hutan lebat yang ada di wilayah Kalimantan seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Selain kerajinan getah nyatu, kerajinan tangan anyaman rotan juga masih diminati wisatawan asing namun sampai sejauh ini juga belum dapat perhatian berbagai pihak di Kabupaten Kapuas, yang menjadikan kerajinan tersebut sebagai komoditas ekspor, walaupun bahan baku rotan melimpah.

Data yang didapat dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas menyebutkan, realisasi ekspor kabupaten Kapuas pada 2009 mencapai US$19.117.896,30, turun dibanding 2008 yang mencapai US$35.749.871,68.

Realisasi ekspor tersebut berasal dari karet SIR 20, moulding atau dowels, plywood, rotan asalan dan batu bara. Penurunan ekspor pada 2009 diakibatkan tidak ada nilai ekspor pada komoditas plywood yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Kapuas. Volume ekspor Kabupaten Kapuas 2008 untuk plywood lebih dari 2.266 meter kubik dengan nilai US$1.029.920,90. (Ant/ICH)