Selasa, 30 November 2010

RAMU TRADITIONAL

Dengkek dan Tabadu
Pernah mendengar kata dengkek dan tebadu? Saya baru dengar setelah menginjakkan kaki di hutan Kalimantan Barat. Suatu ketika saya berjalan-jalan dengan Pak Akiong yang saat itu adalah Kepala Desa Selange di Kecamatan Meranti Kabupaten Landak Kalimantan Barat.



tanaman tebadu (batang merah)

Pak Akiong bercerita bahwa ada tanaman yang batangnya mengandung banyak air. Ada dua jenis tanaman yang berbatang kuning dan berbatang merah. Yang berbatang kuning disebut Dengkek dan yang batang merah disebut Tebadu.
Tanaman ini adalah sumber air bagi orang-orang yang bekerja di hutan. Jika sudah kehausan maka orang akan mencari batang tanaman ini lalu memotong batang di bagian atas baru batang bawahnya, dan air yang menetes itulah yang diminum.

 BATANG BERWARNA MERAH

Air ini tidak hanya semata-mata menghilangkan haus. Ternyata warga dayak di sini memanfaatkan air atau batang tersebur untuk pengobatan tradisional. Tebadu atau akar\batang merah airnya digunakan untuk menyembuhkan demam. Mirip paracetamol.  Selain itu tanaman ini dipercaya juga untuk menangkal demam pada anak yang kena “keteguran” atau saki karena gangguan makhluk halus.
Untuk warga dayak di pedalaman yang memang jauh dari fasilitas kesehatan maka tanaman obat ini memang sangat berguna. Demam yang sering dialami anak-anak baik karena infeksi atau flu atau karena “gangguan” makhluk halus biasanya akan segera reda jika diberi air dari batang tebadu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar